Skip ke Konten
PARAMETRIC DEVELOPMENT CENTER

Buku "Pengetahuan Sebagai Strategi"

5 Juli 2026 oleh
Muhammad Suryadi R

Buku yang anda baca saat ini adalah kumpulan esai ditulis sejak 2019 hingga 2024. Buku yang berisi 35 judul esai ini adalah esai terbaik yang telah diseleksi dari sekitar 60-an judul esai yang telah ditulis. Buku yang berada dalam genggaman pembaca saat ini adalah tanggapan terkait beberapa isu yang terjadi di sekitaran periode 2019-2024. 

Faktor pertemuan intens dengan penulis-penulis, dari diskusi ke diskusi, akhirnya kumpulan esai ini menjadi satu judul buku. Keputusan penerbitan buku ini benar-benar bulat setelah Badaruddin Amir bersedia membubuhinya kata pengantar. Namun, sebelum melihat buku ini terbit, Sabtu petang, 26 Oktober 2024 adalah tahun terakhir bagi Badaruddin Amir mengabdi pada dunia kepengarangan, sebuah pekerjaan yang ia geluti sejak masih remaja. Badaruddin Amir berpulang ke menghadap ke Sang Khalik. Kepergiannya adalah kehilangan bagi dunia sastra dan literasi di Sulawesi Selatan dan terkhusus Kabupaten Barru. Bagi penulis, ia sudah menjadi sosok ayah yang banyak berkontribusi terutama bagi pengetahuan kepenulisan. Kiriman Suratul Fatihah adalah hadiah istimewa untuk almarhum. Al-Fatihah. Pemikiran dan karya-karyamu abadi.

Pengetahuan sebagai Strategi menjadi judul buku ini. Penulis menanggap judul ini mendekati representatif dari keseluruhan isi buku. Judul-judul esai dalam buku ini dikelompokkan ke dalam beberapa tema besar, yakni; Pendidikan, Covid-19, Sosial-Keagamaan, Teknologi, Geopolitik, Politik, dan Filsafat. Guru dan Ruang Guru menjadi esai pembuka. Kala itu, aplikasi Ruang Guru kala menyedot perhatian penulis. Karenanya, tak butuh lama penulis meresponnya dengan tulisan. Tanpa prediksi sebelumnya, tulisan itu dimuat di majalah cetak. Tulisan bertema pendidikan itu bernasib cukup baik persis seperti adagium yang mengatakan bahwa tulisan itu seperti manusia yang harus menemukan nasibnya sendiri.

Nasib baiknya adalah, pertama, tulisan itu dimuat di Majalah Dunia Pendidikan. Menjadi spesial tentunya, sebab esai tersebut adalah tulisan pertama yang dimuat di majalah cetak. Kedua, ia mendapatkan respon yang cukup positif kendati tak sedikit juga yang menganggapnya bunyi-bunyian belaka.

Sejak esai-esainya sering dimuat di media cetak -kalau tidak ingin dikatakan kadang-kadang, intensitas penulis dalam dunia tulis-menulis meningkat dari sebelumnya. Esai demi esai lahir, tak hanya tema pendidikan, tapi juga tema-tema lainnya. Belakangan bertema filsafat.

Pengetahuan sebagai Strategi dalam buku ini adalah esai yang paling menonjol yang dilengkapi dengan data dan hasil penelitian. Isinya memuat hasil survei UNDP (United Nations Development Programme), lembaga pembangunan di bawah naungan PBB, yang mengukur kinerja pengetahuan dalam suatu negara. Survei yang melibatkan 133 negara di dunia termasuk Indonesia, merilis ranking negara dalam konteks pengetahuan. Indonesia berada di ranking 79 bersama Filipina di urutan paling buncit negara di Asia Tenggara. 

Hasil survei ini disorot penulis. Bahwa pengetahuan tidak saja berurusan dengan konsep-konsep abstrak, melainkan juga berperan penting utamanya dalam konteks pembangunan suatu negara. Di lain sisi, BRIN (Badan Riset Inovasi Nasional), lembaga yang paling berwenang dalam mengurusi ilmu pengetahuan terkendala dalam hal budgeting (pembiayaan). Sungguh ironis.

Esai Pengetahuan sebagai Strategi sebenarnya hendak menyampaikan pesan tentang perlunya pengetahuan bagi manusia dalam urusan apapun dan dalam kondisi bagaimanapun. Urgensi pengetahuan jugalah yang melatari judul buku ini, dengan harapan pengetahuan dapat menjadi arus utama dalam lalu lintas pemajuan masyarakat dan negara. Selain itu, pengetahuan tidak bisa dimaknai berhenti hanya pada buku dan papan tulis sebagaimana yang umum dipahami oleh orang kebanyakan.

Pengetahuan dengan model demikian sebenarnya hanya pengetahuan tingkat dasar (low level), sementara pengetahuan tingkat lanjut yaitu pengetahuan yang dikonversi menjadi strategi (advance level). Sejarah pengetahuan manusia telah memberikan hikmah bagaimana pengetahuan itu bergerak dan pada gilirannya menorehkan tinta emas peradaban dan kebudayaan dalam sejarah umat manusia.

Semoga hadirnya buku ini berdampak luas dan -yang paling jauh- dapat mengembalikan gairah manusia pada diskursus pengetahuan. Himpunan esai di dalamnya diharapkan menjadi amunisi-amunisi baru yang dapat berkontribusi utamanya dalam dunia intelektual. 

Teruntuk kepada kedua orangtua, ucapan terima kasih tak terhingga atas nasehat tanpa putus untuk seorang anak yang keras kepala ini. Buku ini adalah sebentuk dedikasi dari seorang anak untuk kedua orangtuanya, meski mereka tidak akan pernah tahu apa isi buku ini. Tapi yang pasti, mereka bangga punya anak yang telah menjadi penulis. 

Ucapan teristimewa kepada Pimpinan dan Kru KULI BUKU MASPUL yang telah bersedia menampung naskah ini dan menerbitkannya menjadi sebuah buku. Dan kepada para senior, Sahabat (i), rekan-rekan, para kolega, dan kepada semua orang yang bersimpati dan memiliki ghirah kepada dunia bacaan dan pengetahuan, semoga buku ini salah satu obatnya. Demikianlah.

Buku ini diakses pada link di bawah:

https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/11423/

Muhammad Suryadi R 5 Juli 2026
Share post ini
Arsip