Skip ke Konten
PARAMETRIC DEVELOPMENT CENTER

Segitiga Kebudayaan To Bentong: Integrasi Bahasa, To Balo, dan Massagala dalam Merawat Identitas dan Kosmos

5 Juli 2026 oleh
Muhammad Suryadi R

Masyarakat To Bentong di Kabupaten Barru merupakan komunitas adat yang tetap mempertahankan tradisi di tengah perubahan sosial dan arus modernisasi. Identitas kolektif mereka ditopang oleh Bahasa Bentong, keberadaan To Balo,serta praktik Massagala yang merefleksikan relasi antara adat dan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ketiga unsurtersebut membentuk dan mereproduksi identitas budaya masyarakat To Bentong sebagai satu kesatuan sistem kebudayaan.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi di Dusun Lapatemmu, Desa Bulo-Bulo, Kabupaten Barru. Analisis dilakukan secara tematik melalui proses reduksi,kategorisasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Bentong berfungsi sebagai simbol kohesidan batas sosial, To Balo merepresentasikan konstruksi makna antara realitas biologis dan tafsir kultural-spiritual, sementara Massagalamenjadi ruang integrasi adat dan Islam yang mengalami transformasi dari orientasi mistis menuju fungsi sosial, moral, dan ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga elemen tersebut membentuk “segitiga kebudayaan” yang menopang identitas To Bentongsecara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lokal dapat bertransformasi secara adaptif tanpa kehilangan makna dasarnya dalam konteks masyarakat Muslim.

Baca lebih lanjut pada link di bawah:

https://aksiologi.pubmedia.id/index.php/aksiologi/article/view/430/145

Muhammad Suryadi R 5 Juli 2026
Share post ini
Arsip